12 July 2011

Perseteruan IW VS TAMA Di TransTV (4)

Fakta dan Fitnah adalah dua kata yang berbeda.Fakta menyampaikan kejadian yang sebenarnya dan fitnah menyampaikan kebohongan.

Yang terjadi,IW mendapat serangan-serangan provokatif dari kubu Wishnutama Direktur Utama TransTV.Serangan itu lebih ke arah fitnah keji dari orang-orang suruhan Wishnutama.

Apa yang dilakukan IW sebenarnya hanya menyampaikan fakta dengan cara bercerita tetapi oleh kubu Wishnutama yang merasa tersinggung dengan fakta yang disampaikan kemudian dibalas dengan fitnah.

Setelah pada edisi sebelumnya IW bercerita tentang kejadian yang sebenarnya,perseteruannya dengan Wishnutama Direktur UTama TransTV,kita coba telusuri lagi cerita apa lagi yang akan disampaikannya pada pembaca.

Mari kita simak wawancara ini:

Tanya: Mas,Anda terus diserang dengan fitnah,apa tanggapan Anda?

Jawab: Biarkan saja,semakin kita difitnah semakin baik karena dosa kita akan lebur.Saya merasa mendapat hikmah yang luar biasa dari Allah SWT.Semua yang terjadi seakan diskenario oleh Allah SWT sehingga saya nurut saja apa yang dikehendaki-Nya.

Coba Anda bayangkan,ketika saya difitnah akan melakukan sabotase,Allah SWT kemudian menunjukkan siapa yang melakukan fitnah itu.Subhanaallah.

Selain itu ketika saya ditangkap Polda Metro Jaya,Allah SWT memberikan keajaiban-keajaiban.Saya dirumah tahanan Polda Metro Jaya oleh teman-teman sesama tahanan malah dibantu.Saya makan ditahanan malah dapat makanan yang enak pemberian teman-teman.Dan saya diperlakukan baik oleh teman tahanan di sel lain serta petugas yang menyidik kasus saya.

Endingnya Allah SWT memberikan keajaiban,saya dilepas dari tahanan.Subhanaallah.

Saya memang tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka dan saya nggak mau tahu.Apakah mereka benar-benar sukses dan komentar lainnya saya juga nggak mau tahu.Saya sekarang memikirkan diri saya dan keluarga saya.Recovery ekonomi yang saya lakukan harus jalan dulu sebelum menginjak pada persoalan lainnya.

Kalaupun mereka tetap memfitnah terus,mudah-mudahan mereka diingatkan oleh Allah SWT.

Tanya: Mas,Anda dibilang pecundang/pengecut,komentar Anda?

Jawab: Yah nggak apa-apa.Saya cuman mau menjelaskan seperti apa yang dikatakan seorang ustad.Satu jari kita tunjukkan pada orang,ada 4 jari tangan yang menunjuk kita.

Jadi jangan mudah menunjuk orang.Kalau mereka menyebut saya pecundang,betapa bodohnya mereka.Empat jari lainnya mentertawakan mengapa kamu bisa dipecundangi.

Tanya: Ha ha ha bener Mas,kok selevel direksi bisa dipecundangi.....

Jawab: Ha ha ha itulah Tama dan Ishadi SK emosinya masih labil, saya lanjutin lagi ya....Kalau saya dibilang pengecut,perbuatan melaporkan saya ke Polda Metro Jaya sehingga saya kemudian dipecat dari perusahaan tempat saya bekerja dan mereka tidak bertanggung jawab,apakah itu bukan pengecut.

Bayangkan saja,pihak Polda Metro Jaya saja masih mau mengulurkan tangan memberi bantuan uang ke anak-anak saya supaya anak saya masih tetap bersekolah.

Coba Anda bayangkan betapa pengecutnya Tama,sampai sekarang dia tidak mengulurkan bantuan apapun melihat kondisi saya yang amburadul.

Lihat saja hingga sekarang mereka tidak punya etikat baik untuk mencabut laporannya kemudian berdamai.

Itu perbuatan zalim dan sangat-sangat pengecut.

Sudah pengecut,tidak punya rasa malu sedikitpun.Mudah-mudahan Allah SWT mengingatkan Wishnutama dan Ishadi SK.

Tanya: Iya Mas,itu perbuatan biadab sekali...

Jawab: Tepat sekali ungkapan Anda,itu sangat biadab.

Tanya: Selain itu Mas katanya kena hukum karma karena melakukan fitnah terhadap Ishadi SK dan Wishnutama.Komentar Anda?

Jawab: Ha ha ha hidup itu punya 2 sisi perspektif.Perspektif mana yang dipakai tergantung yang menilai.Saya jelas-jelas dan gamblang difitnah di internet.Kemudian saya ultimatum tetapi nggak di klarifikasi dan juga nggak minta maaf.Apa yang salah kalau saya membalas,saya manusia biasa yang bisa marah.Lumrah kalau orang difitnah kemudian marah.Saya nggak marah dengan kekerasan,membacok,membunuh atau meludahi.Saya cuman cerita dan berekpresi.Efeknya mereka kebakaran jenggot.Dan mereka buru saya,saya mau dibunuh kemudian saya dilaporkan ke polisi.Saya ditangkap dan dipenjara,untung polisinya baik sehingga setelah mereka tahu akhirnya mereka lepaskan saya.So What Gitu Loh

Saya hanya cerita tetapi dibalas dengan tindakan fisik.Nah kalau seandainya suatu saat saya ada kesempatan,saya akan membalas juga dengan tindakan fisik dan ingat jangan menyalahkan saya.Itu konsekuensi.Fitnah balas dengancerita,fisik balas dengan fisik!

Terus kalau dibilang saya kena karma,ada pendapat juga dari ustad saya.Dia bilang begini oh ini jalan Allah SWT katanya.Kebetulan ustad saya orang LDII jadi konservatif begitu.Dia bilang bahwa fitnah itu yang menyebabkan nama baik saya jadi hancur sehingga saya sulit mencari pekerjaan.Karena penghasilan saya tidak ada akhirnya semua yang menjadi harta saya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup.Karena tidak kunjung dapat penghasilan maka saya jatuh miskin.Nah rentetan peristiwa itulah yang menyebabkan saya sengsara.Fitnah memang kejam.Al Quran sudah menyuratkan itu.Jadi bukan karena karma saya ke Tama atau Ishadi SK ya...pakai juga pikiran logis jangan cuman berpikir abstrak saja....

Dan apakah perlu saya minta maaf pada mereka?Saya tanyakan juga dan dijawab berkelahi itu salah.Baik yang mukul maupun yang memukul tetap salah.Kita diberi akal leh Allah SWT.Diberi kesempurnaan oleh Allah SWT.Masih ada cara yang lebih baik daripada berkelahi.Berkelahi itu khan tabiat orang yang suka latihan militer.Petentang petenteng begitu ya nggak...

Nah kalau sudah begitu apa gunanya kita berkelahi?Lha saya cuman cerita kok malah dilaporkan ke polisi.Sekarang saya dipecat ya tidak ada tanggung jawabnya melaporkan saya ke polisi.Pengecut itu!

Tanya: Oke,Mas,Anda juga mendapat fitnahan bahwa orang tv tidak respek dengan Anda,komentar Anda?

Jawab: He he he jangan mengeneralisir orang tv.Orang TV yang mana?Jangan mengatasnamakan orang tv,bisa fitnah lagi.

Saya jelaskan begini.Orang TV yang tidak suka dengan saya adalah orang-orang yang suka main-main dengan uang proyek.

Tanya: Loh kenapa Mas?

Jawab: Jadi begini,saya adalah orang tv yang membongkar kasus-kasus fee di televisi.Modusnya mereka main-main dengan supplier atau vendor.

Kasus tersebut sudah mendarah daging.Terjadinya bukan dilevel bawah tetapi level atas.Nilainya juga lumayan besar.

Tanya: Kenapa Mas membongkar kasus itu?

Jawab: Saya mengukur diri saya.Saya kerja lurus dan sudah bertahun-tahun di tv tetapi tetap nggak kaya-kaya.Sementara teman-teman saya sudah pada punya macam-macam.Ada yang menimbun rumah hingga punya 3 rumah.Gila nggak.Belum lagi punya mobil bagus-bagus.

Saya kemudian bertanya pada diri saya,apa yang salah pada diri saya.Kemudian saya coba tanya-tanya dan bergaul dengan supplier.Dan ternyata......

Mereka yang menimbun harta itu hasil dari proyek.Ketika saya tanya jawabnya begini "kita digaji ya cukup buat makan saja,selebihnya kita cari diluar".

Istilah diluar itu saya buru terus sehingga saya mendapatkan sumbernya.Rupanya setiap proyek maupun pembelian peralatan di broadcasting yang mahal-mahal itu paling tidak usernya bakal dapat fee antara 10-20 persen.

Tanya: Wah lumayan dong Mas...

Jawab: Jelas,tergantung berapa item yang dibeli kalau banyak ya dapatnya banyak.

Tanya: Oh jadi orang tv yang begitu yang nggak suka dengan Mas?

Jawab: Ya dan saya cuman pingin tahu aja.Saya nggak minta kok.

Tanya: Mas katanya juga dapat fitnah kalau suka minta-minta ke vendor...

Jawab: He he begini.Saya suka minta ditraktir makan.Saya suka makan dan mencoba masakan baru.Jadi kalau ada vendor saya pasti todong dengan traktir.Selain itu saya punya trik untuk mendaparkan info soal fee.Itu trik saya saja.Untuk membuktikan kasus fee itu saya musti minta-minta kalau dapat berarti benar tetapi saya belum dapat.

Dan hati-hati juga.Supplier itu bajingan.Dia juga punya akal untuk mengelabui perusahaannya.

Tanya: Bagaimana Mas?

Jawab: Begini,Misalkan ada proyek pembelian barang A.Nanti supplier akan ngomong sama perusahaannya kalau dia mesti kasih orang a,b,c supaya proyeknya gol.

Kemudian keluar angka fee misalnya 900 yang nanti dibagi untuk 3 orang.Setelah jalan dan dia dapat duitnya,angka itu menyusut jadi cuman 600 buat 3 orang.sisanya masuk kantong dia.

Tanya: Wah jahat banget Mas...

Jawab: Yah begitulah.

Tanya: Mas pernah ngalami?

Jawab: Pernah.Nama suppliernya Ardian.Waktu itu saya kasih proyek.Setelah selesai saya pura-pura tanya."Gimana?Sudah?" tanya saya.Dijawab begini "Sudah Pak tapi saya salah hitung harga.Mestinya pakai Euro dan proposal saya salah cantumin Dollar jadi rugi Pak" katanya.Saya sih tahu itu trik dia.Jadi biarin saja.Saya toh nggak berharap dengan uang begitu.

Tanya: Mas pernah terima fee?

Jawab: Pernah.Waktu itu saya lagi jalan sama supplier namanya Median Syarif.Dia kepingin proyeknya gol jadi dekat-dekatin saya.Proyeknya pengadaan peralatan pemancar.

Median itu habis dipecat dari perusahaan om nya karena suka mainin fee dan biaya entertain.

Karena tidak ada penghasilan dan pekerjaan maka saya cenderung dengan peralatan yang disupply Median.Kasihan lah pikir saya.

Terus saya waktu itu beli laptop.Saya lupa harganya.Setelah saya bayar dia meminta kwitansi laptop itu.Saya tanya buat apa,dan dia bilang nggak buat apa-apa Pak cuman pingin tahu aja.

Besoknya dia tanya no rekening BCA saya.Dan setelah itu dia transfer uang senilai harga laptop itu.He he he rejeki.Saya nggak minta kok.

Tanya: Mas dapat dari proyek itu?

Jawab: Setelah jadi orang itu menghindar dari saya.Dia janji kasih saya 125 juta.He he he

Tanya: Nggak ditagih Mas?

Jawab: Buat apa.Itu uang haram.

Tanya: Lha Mas rugi dong?Niatnya nolong orang, maunya untung malah buntung...

Jawab: Saya cuman bangga saja,dia saya tolong supaya keluarganya bisa makan lagi,nolong orang itu jangan pamrih kalau mau nolong juga jangan pilih-pilih,niat nolong ya nolong yang baik.Terus biar CT nggak perlu menawar harga lagi karena harga tender waktu itu saya hancur-hancurkan.Saya adu harga dari supplier dengan cara membocorkan harga lawan.Akibatnya harga menjadi rendah sekali.Itu salah satu kontribusi saya ketika masih bekerja disitu.Harga yang didapat sangat ekonomis menghemat pengeluaran CT.Cuman sekarang agak nyesel ngapain gitu-gitu amat belain kantor kalau akhirnya dipecat.

Tanya: Kontribusi Mas besar tapi nggak ada reward sama sekali?

Jawab: Nggak ada malah si Noko ngomong begini "nila setitik merusak susu sebelanga".

Tanya: Biadab itu Mas

Jawab: Hanya Allah yang tahu...

Tanya: Terus di TransTV ada pengawasan nggak dengan pembelian barang?yang paling sering terima fee departemen mana Mas?

Jawab: Saya nggak tahu tapi yang paling basah sih bagian purchasing.Kalau ada pembelian barang pasti kecipratan.

Tanya: Oke,pantas kalau orang tv yang dimaksud tidak suka dengan Mas...

Jawab: Saya tidak peduli lagi.Sekarang saya tidak di tv lagi dan saya juga tidak minta-minta tolong sama "orang tv".Saya juga sudah punya usaha.Dan usaha saya halal.Lebih baik memajukan usaha saya daripada saya minta-minta tolong sama "orang tv".

Tanya: Mas punya cerita yang terkait dengan kasus fee?

Jawab: Ada yang lucu.Begini.Pernah suatu hari kita meeting departemen.Waktu itu ada Azuan Syahril.Dia membahas soal itu.

Ngomongnya begini "kita melihat orang itu yang negatif,kalau yang positif sudah biasa,jadi berapapun angkanya orang korupsi Rp 10 rupiah atau Rp 10 juta sama saja istilahnya" katanya.

Saya nggak melihat konteks yang dimaksud,bingung menangkap omongan Azuan yang suka plintat plintut kalau ngomong,dan saya cuman perhatikan pemikiran dia.Kalau disimak bahasanya begini, sebagai atasan dia melihat sesuatu secara negatif.

Atasan itu pemikirannya wide.Yang dicari perspektif yang baik.Kalau atasan melihat bawahannya dari sisi negatif,nggak ada yang bener jadinya.

Saya prihatin dengan orang itu.Kalau diterjemahkan dia itu suka curiga dan berprasangka buruk dengan orang lain.He he he kasihan sekali...

Tanya: Itu levelnya General Manager ya Mas?

Jawab: Lha iya,kwalitas eksekutif di TransTV itu nggak oke.Dirut nya lulusan militer.GM nya lulusan Sospol he he he payah...kompetensinya kurang.

Tanya: Ha ha ha susah cari eksekutif kali Mas?

Jawab: Nggak tahu mungkin kali...

Tanya: Baik Mas,rupanya panjang juga wawancara kita ini.Lain kali kita sambung lagi meneruskan cerita perseteruan Anda dengan Wishnutama.Edisi kali ini memang untuk mengklarifikasi fitnah-fitnah yang dilontarkan oleh orang suruhan Wishnutama Direktur Utama TransTV.Terimakasih.


TO BE CONTINUE.......