>>SELAMAT DATANG - KISAH NYATA SEBUAH DRAMA KEHIDUPAN - ANDA PENGUNJUNG KE: . TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA<<

Intermezzo:Dimanakah IW?

Telah lama kita kehilngan kontak dengan IW...Dimanakah gerangan IW ?Nomor HP yang biasa kita hubungi juga tidak aktif.

Apakah IW sudah tidak mau lagi bercerita dengan kita?Atau apakah IW ditangkap lagi oleh Unit 4 Cyber Crime Polda Metro Jaya?

Atau yang lebih ektrim lagi...apakah IW dibunuh oleh Wishnutama dan TransTV dengan mengirim pembunuh bayaran babak II?

Bagi pembaca blog yang tahu keberadaan IW silakan beritahu di kolom komen dibawah ini...Maaf kolomShoutBox sudah tidak aktif karena perusahaan itu gulung tikar akibat 99 % pengguna ShoutBox memakai pilihan GRATISAN.

IW Dimanakah kamu?

Insyaallah Ada Jalan (16)

Hidup ini biarkan seperti air mengalir.Ikuti arusnya walau harus menerjang batu yang terjal sekalipun.Dengan kekuatan air itulah kita bisa bertahan dari kerasnya kehidupan ini.

IW telah mencoba cara itu.Dengan sedikit kekuatan yang tersisa,IW mencoba untuk bangkit dari kejatuhan yang dideritanya akibat fitnah keji dan kejam yang dilakukan oleh Wishnutama Direktur Utama TransTV pada tahun 2005.

IW tidak menyerah begitu saja.Setiap cobaan hidup yang datang bagai batu-batu yang runtuh menerpanya,dengan air yang sejuk,IW dapat mengatasi masalah-masalah hidup itu.

Persoalan hidup atau masalah hidup,lekat dengan kehidupan itu sendiri.Setiap orang yang ingin hidup,wajib hukumnya mendapat persoalan hidup.Bila ingin tetap hidup tidak ada jalan lain selain menghadapi persoalan-persoalan hidup itu.

Mungkin terlalu panjang prakata yang ingin disampaikan,marilah kita mulai dengan tanya jawab bersama IW,korban fitnah keji dan kejam mantan atasannya Wishnutama Direktur Utama TransTV:

Tanya: Mas apa kabar?Sori edisi yang lalu saya minta tolong kawan saya menggantikan tugas ini,sibuk sekali minggu kemarin.Jadi bagaimana ada yang mau diceritakan pada pembaca blog ini yang semakin banyak berkunjung?

Jawab: Oh iya nggak apa-apa,saya siap saja.Siapa saja yang mau mewawancarai saya,saya layani dengan baik.Saya punya cerita tentang seorang kakek tua renta yang menjadi pengemis.

Tanya: Nah bagaimana mulainya?

Jawab: Begini.Saya khan jualan keliling ke sekolah-sekolah.Kebetulan jualan saya belum habis terus saya nongkrong di sebuah TK.Disana saya bertemu dengan kakek tua itu.

Tanya: Oke,sebelum itu kita ingin tahu bagaimana jualannya?

Jawab: Baik.Laris manis.Sekarang saya tambah menu.

Tanya: Syukur Mas,menu tambahannya apa?Pasti yang aneh-aneh...

Jawab: Nggak salah.Selain PenQUQ,saya tambah MartabaQUQ dan ScotelQUQ.

Tanya: Ha ha ha bisa aja.Kok pakai QUQ?Merk dagang ya?

Jawab: Betul.Dari kata COOK.Supaya familier dengan bahasa anak-anak saya rubah jadi QUQ.Nanti merk dagangnya jadi The QUQ...

Tanya: Kreatif banget Mas ini...

Jawab: He he he kebetulan dulu suka jualan,nah sekarang ada kesempatan jualan ya saya keluarkan ilmu jualan saya he he he sekalian cari makan gitu...

Tanya: Ha ha ha ha boleh juga tuh...

Jawab: Yah kita musti kreatif kalau nggak ya nggak makan...jangan cuman bisa jadi karyawan...kuno!

Tanya: Kayak saya dong Mas?

Jawab: Lah apa Anda karyawan?Wah sudah waktunya cari peluang usaha sendiri jangan jadi karyawan terus.Yang untuk pemilik perusahaan.Mereka tambah kaya kalau kita tetap jadi karyawan...

Tanya: Emang sih Mas,tapi masih bingung bagaimana memulainya...

Jawab: Ya semua itu ada waktunya.Kita tidak akan lepas dari waktu.Kalau sudah waktupun ku mau tak seorangpun tahu...aku ini binatang jalang dari kumpulannya yang terbuang...

Tanya: Kayak sajak aja tuh Mas...

Jawab: Betul.Itu sajak Chairil Anwar...he he he

Tanya: Mas bisa apa saja ya?

Jawab: Yah kebetulan aja.Kalau kita mau hidup,survive di dunia ini kita mesti bisa apa saja.Nggak jadi Manager ya nggak apa-apa jadi pengusaha kecil aja cukup kok buat makan...he he he

Tanya: Kalau gengsi gimana Mas?

Jawab: Gengsi?Makanan apa itu?Bisa dimakan?He he he ngapain gengsi?Yang penting HALAL itu petuah Pakde saya.Kita nggak perlu gengsi.Pakde saya itu dipecat dari jabatan Kepala Produksi di Kolibri karena difitnah PKI sama temannya.Jadi sopir angkot ya dilakoni.Buktinya nggak apa-apa kok...

Tanya: Iya juga sih...tapi susah payah sekolah sampai tinggi terus cuman jadi pengusaha kecil nggak malu tuh Mas?

Jawab: Ha ha ha ha justru kita sekolah itu supaya bisa hidup.Meniti karier itu juga seperti meniti anak tangga.Sekarang jadi pedagang keliling,besok buka warung,besok lagi buka depot, besok lagi buka cabang, besok lagi buka perusahaan waralaba, besok lagi buka di luar negeri...jadi begitu hirarkinya.Jangan cuman cukup sampai begini saja.Harus bisa naik kelas...hidup itu seperti itu...

Tanya: Asik juga ngobrol sama Mas ini.Mungkin suatu saat saya buka Lawfirm Mas...

Jawab: Syukurlah.Mulailah dengan niat dulu.Sambil jalan wujudkan niat itu sehingga jadi.

Tanya: Oke terus tentang kakek tua itu bagaimana?

Jawab: Yah itulah.Saya kasihan.Waktu itu nggak ada uang receh jadi ya nggak saya kasih.Saya cuman teringat bahwa orang tua itu sebenarnya urusan negara.Bagaimana cara negara merawat orang tua.Memang kalau punya anak cucu ya dirawat sama anak cucu tapi kalau nggak bagaimana?Sama juga orang gila yang berkeliaran dijalan.Mestinya ya negara yang punya tanggung jawab.Itu adalah implementasi dari UUD 45.Mereka punya hak untuk dirawat negara tapi mana?Penguasa negara cuman sibuk sama perutnya sendiri!

Tanya: Kalau menurut Mas bagaimana merawat mereka?

Jawab: Yah dirikan Panti jompo yang dikelola negara didesa-desa.Rawat mereka dengan biaya negara atau biaya keluarga.Tinggal pilih...

Tanya: Dananya khan besar?

Jawab: Gampang cari dana.

Tanya: Bagaimana cari dananya?

Jawab: Negara itu punya otoritas tinggi.Mereka bisa membuat kebijakan.Tari aja pajak untuk anak-anak muda atau mereka yang dibawah umur 60 tahun.Terapkan pajak kesejahteraan atau pajak pensiun.Berapa nilanya yang hitung aja dalam persentase biar mudah.Kumpulin dana itu di sebuah Persero seperti Jamsostek.

Tanya: Nanti di korupsi...

Jawab: Yah itulah persoalannya.Rakyat ini sudah tidak percaya dengan negara.Jadi kalau mau mengeluarkan pajak harus kucing-kucingan dulu.Sebab penggunaan pajak itu nggak jelas.Katanya buat ini buat itu tapi mana hasilnya.Jalan masih b openg-bopeng fasilitas umum masih nggak karuan,bagaimana rakyat mau tertib bayar pajak.Apalagi ketahuan di korupsi.Nah makin nggak percaya aja sama negara...

Tanya: Terus penggunaan pajak pensiun itu?

Jawab: Mudah aja, sekarang jamannya teknologi.Pecahkan semua itu dengan cara teknologi.Supaya nggak di korupsi pakai teknologi canggih.Semua penggunaan dana pajak itu dikelola secara elektronik.Terus mereka yang dapat pensiun adalah orang tua yang punya KTP seumur hidup.Mereka bisa ambil di PT POS atau Bank yang ditunjuk.Orang tua yang nggak punya rumah bisa tinggal di panti jompo yang dikelola negara.Mereka yang punya rumah ya tinggal di rumahnya masing-masing.

Tanya: Pensiunan PNS,TNI dan negara dapat dobel dong Mas?

Jawab: Ya nggak apa-apa.Khan mereka juga ditarik pajak pensiun.Itu kalau mau.Kasih aja pilihan mau ikut apa nggak?Kalau cukup pensiunan mereka ya nggak usah.Kalau mau ikut kena pajak pensiun ya nanti waktu hari tuanya mereka dapat dobel.Enak khan hari tuanya tenang.Nggak susah.Kalau nggak suka tinggal dirumah sendiri karena sepi ya tinggal di panti jompo yang banyak temannya.Gitu aja kok repot.Semua itu mudah sebenarnya cuman negara aja yang bikin susah.

Tanya: Lembaganya dibawah Depsos Mas?

Jawab: Ya bisa juga.Nanti yang kontrol Depsos tetapi pengelolanya harus professional.Karena ini duit gede.Gampang dikorupsi.Jadi buat lembaga semacam Jamsostek untuk memanage keuangannya.Juga jangan sampai ada korupsi lagi.Karena nanti rakyat nggak percaya untuk membayar pajak itu.

Tanya: Selain untuk kesejateraan bagi orang tua?

Jawab: Sebenarnya itu adalah bukti bakti kita juga pada orang tua.Kalau kita bayar pajak itu sekarang mereka bisa tenang dalam menjalani hari tuanya.Mereka bisa konsentrasi beribadah dll.Selain itu kita sudah nggak terlalu kuatir dengan nasib orang tua kita.Sudah ditanggung negara.Jadi kita konsentrasi pada pekerjaan kita.Khan enak itu...Kalau sudah ada yang mengurusi orang tua,saya yakin kemiskinan itu juga bakal dapat dikikis dengan cara ini.Yang penting jangan dikorupsi...

Tanya: Oke Mas,panjang juga tanya jawab kita ini.Semoga cerita Mas dibaca oleh petinggi negara dan diimplementasikan secepatnya.Baik pembaca blog itulah tadi wawancara kita dengan IW.Sekian dan salam....

Insyaallah Ada Jalan (15)

Hidup ini tak ubahnya seperti kita sekolah.Bangun pagi,mandi,memakai seragam,menyiapkan buku-buku dan berangkat ke sekolah.Di sekolah kita bergaul dengan teman-teman kita.Selain itu kita belajar dari guru-guru kita yang lebih tua umurnya dari kita.Selain mendapat pelajaran,guru-guru kita juga menyiapkan soal-soal yang harus kita selesaikan.Mereka kemudian menilai apakah kita lulus dari persoalan yang diajukannya.Kalau kita lulus,naik kelas kita.

Begitulah kira-kira pelajaran hidup yang kita dapati di sekolah.Banyak perumpamaan yang bisa kita dapatkan di alam semesta ini bila kita mendapat cobaan hidup.

Cobaan hidup yang kita hadapipun juga sama dengan soal-soal yang diajukan guru-guru kita.Ada yang mudah,1/4 mudah,1/2 mudah atau tidak mudah sama sekali.Meskipun demikian guru-guru kita masih toleran dengan jawaban kita.Dari 10 soal yang diajukannya, dengan berbagai kesulitan soal-soal yang dihadapi,yang tersulit mungkin hanya 3 soal.Kalaupun salah semua jawaban atas 3 soal tersulit yang kita hadapi,guru kita masih memberi nilai 70 atas usaha kita menyelesaikan soal-soal itu.Lumayan masih lebih baik daripada angka 60.

Tak berbeda dengan IW,semua soal hidup yang diajukan oleh Sang Pencipta Alam ini diselesaikannya dengan metode seperti itu.Mungkin ada kesalahan,mungkin ada kegagalan,mungkin ada kealpaan tetapi dari 3 kesulitan itu,IW masih mendapat nilai 70 dari Sang Pencipta Jagad Raya ini.

Meskipun masih tertatih-tatih,hidup IW masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

Tidak perlu kita berpanjang lebar dengan prolog ini,mari kita ikuti kembali perbincangan kocak dengan narasumber kita ,korban fitnah mantan atasannya seorang Direktur Utama disebuah televisi nasional yang ratingnya naik kelas setelah heboh dengan blog ini:

Tanya: Halo Mas IW,saya gantiin teman yang lagi sibuk dengan pekerjaannya,tetapi yakin bahwa kita tetap pegang teguh komitmen kita untuk tetap silent dalam operasi ini.Bagaimana kabar Mas?Ada yang perlu diceritakan lagi?Sebagai info saja pengunjung di blog semakin banyak.Mereka suka dengan cerita Mas,komentar Mas?

Jawab: Oh iya kabar saya baik,nggak apa-apa kok,siapa saja yang mewawancarai saya,tetap saya layani.Tentang pengunjung yang semakin banyak,saya ingin mengucapkan terimakasih atas kunjungannya.Saya semakin lega katika saya tahu bahwa banyak orang yang kemudian tahu cerita saya.Dengan begitu beban hidup saya semakin ringan.Enteng banget kayak mau terbang ke angkasa he he he

Tanya: Ha ha ha oke deh kita mulai dengan tanya jawab Mas,tapi sebelumnya kita juga heran kok pengunjung tidak membludak seperti kasus-kasus cyber yang diberitakan di TV,komentar Mas?

Jawab: Yah meskipun lambat asal selamat.Kira-kira begitu ungkapan peribahasa.Kalau pendapat saya ya karena belum ada media yang mau memblow up kasus ini.Ewoh pakewoh kata orang Jawa.Media itu menerapkan slogan yang sering kita baca di bus atau angkot."Sesama media dilarang saling menyikut"....

Tanya: Ha ha ha bisa aja Mas ini...

Jawab: Lah gimana,media itu mestinya ya independen.Apapun itu ya beritakan jangan cuman mengungkapkan berita yang punya nilai jual saja.Itu sudah nggak fair.Mereka memblow up kasus-kasus untuk kepentingan keuntungan,revenue aja.Tiap tahun dihitung revenue nya terus sisa keuntungan dibagi sebagai bonus.Cis munafik!

Tanya: Mas khan sudah menikmati?

Jawab: Saya sih nggak nyesel bekerja di media,tetapi setelah tahu ya saya pikir nggak barokah ya....kita meliput penderitaan orang dan dapat iklan dan kita yang menikmati bonus.Sementara orang yang menderita tetap aja berkutat dengan penderitaannya...

Tanya: Dengan pemberitaan itu mereka khan ada perbaikan entah disantuni atau apalah?

Jawab: Betul satu penderitaan itu dapatnya iklan primetime he he he nggak cocok...

Tanya: Menari diatas penderitaan orang Mas?

Jawab: Kurang lebih begitu.Etos media kita masih seperti peribahasa yang Anda sampaikan.Kalau di media seperti Singapore atau Malaysia,mereka nggak pernah memutar seperti itu.Kalaupun ada bencana,mereka akan meliput proporsional.Jarang saya liput ada program seperti bedah warung dll.Baik sih tapi nggak mendidik.Cuman sensasi untuk mendongkrak rating AC NEILSON.Cis banget....

Tanya: Mas kayaknya nggak suka dengan media...

Jawab: Bukan nggak suka secara general ya tetapi media itu yang baik lah dalam menyiarkan program acaranya.Terbukti khan banyak efek negatifnya pada masyarakat.Contoh termehek-mehek itu ternyata rekayasa dan nggak mendidik.Apalagi?banyak khan yang menyiarkan efek-efek negatif.Media itu bisa menunjukkan karakter bangsa loh.Kalau sering menyiarkan berita kriminal,artinya negara itu masih miskin!Beda dengan Cina.Nggak ada sedikitpun berita kriminal disana.Artinya mereka adalah negara yang aman.Negara maju!

Tanya: Atau mungkin Mas benci karena nggak diberitakan di media?

Jawab: Ah ngapain benci dengan cara itu.Nggak diberitakan ya nggak pateken.Soeharto juga ngomong begitu.Nggak jadi Presiden ya nggak pateken.He he he

Tanya: Mas seumpama ada yang mau beritakan cerita Mas bagaimana?

Jawab: WANIPIRO?

Tanya: Ha ha ha ha wanipiro?Djarum Fil...

Jawab: He he he cocok!

Tanya: Ha ha ha ha oke Mas,panjang juga perbincangan ini.Baik pembaca blog kita sudahi dulu wawancara ini semoga ada manfaat yang kita petik dari cerita disini.Sampai jumpa.Salam Blogger!